Category Archives: Personal

Simple BB launcher untuk memantau aktifitas #merapi


Untuk memudahkan memantau aktifitas #merapi di BlackBerry, silahkan unduh launchernya di SINI

Sumber : Badan Geologi

Sementara WebCam tidak berfungsi

Contoh Tampilan #merapi via CCTV

Kamera Plawangan: -7.587303 S, 110.432989 E


2307 Big Day for me… Thanks GOD…


Tgl 23/07 :
* 2nd anniversary of IDBERRY.COM
* 15th anniversary (me & my wife tentunya)

Special thanks to om Doddy @hellodoy yang berbaik hati membelikan domain idberry.com dan membuatkan logo pertama idberry, it’s less than 10 USD but it means so much while I was really DOWN that time. To om Azis @azisaz yang membantu dari awal, setup everything, you’re the best! To om Rifat @nazieb yang membantu membuat the new idberry.
One day, you all will be rewarded for sure! Thanks juga buat om Temmy yang berbaik hati membuatkan logo baru idberry.

Masih banyak yang harus dibenahi untuk senantiasa menjadi lebih baik…

Ada dua moral dari yang bisa dipelajari :
* when you really believe in what you are doing, never ever stop to pursue your dream!
* di era yang serba materialistis, masih tersisa ruang sempit dimana konsep berbagi mimpi, gotong royong dan saling berbagi.

Thanks GOD for all your blessing and to give me a new family in this digital world.
What i really want is only to be a good Dad and be meaningful to others

I love Auk, Dio, Dino, Della (RIP), Dissa (RIP) & Dilly
I love my Mom, my Dad (RIP), my sister Ika @sikokoq & my bro Doddy @hellodoy
I love IDBERRY and all of you

*nunduk, bersyukur*


Me & BlackBerry : If someday my kids ask me…


What do really do with your BlackBerry thingy and your notebook all this time? Why you don’t go to the office like mom, or like anybody else?
* are you a BlackBerry expert? Surely not dear, i’m just a regular user. Need it for emails, instant messaging and sometimes for browsing. It happens that i sometimes upgrade OS, help troubleshooting when my friends ask me to
* are you an application developer? Wow, you’re overrating me dear. My best friend once told me that i need 7 extra years (at least) to learn how to become one. If you’re interested, you still can do it. I’m well too old for that :). I just know how to make some fancy BlackBerry themes.
* so, i can assume that you’re a BlackBerry theme creator. Is it right dad? Mmm… Well, i did some, sold some but i’m not claiming to be a creator.

Should i tell them the truth?
That i’m spending most of my time for browsing, twitting around, updating my FB, Koprol and all those social media thingy, not to mention posting and replying hundreds of emails. I just make some themes when i got inspired, just a few times in a month, not so productive for a creator. What i do most is keep telling my friends about my dreams and try to convince them to share them. I’m just a simple believer!


Kisah Pak Berry Meraup Dolar


Koran Tempo 28/11/2009
Berawal dari iseng membuat theme BlackBerry

Berpromosi lewat situs jejaring sosial rupanya menjadi cara ampuh bagi Deddy Avianto. Bagaimana tidak. Lewat “woro-woro”-nya soal theme BlackBerry ciptaannya di Facebook dan Twitter, pria 42 tahun itu kini tinggal menunggu order dari para kliennya, termasuk sejumlah proyek dari beberapa rumah produksi. Di jejaring sosial pula, kini banyak komunitas terbentuk untuk mengeksplorasi theme-theme BlackBerry buatannya itu. Sebelum menjadi “spesialis” pembuat theme BlackBerry, sebenarnya Deddy mengawalinya dari hal yang tidak disengaja. Januari lalu, Ia iseng-iseng membuat theme untuk perangkat BlackBerry miliknya. Siapa sangka, dari iseng-iseng itu, produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM), kepincut dengan themetheme buatannya. Bapak tiga anak ini kemudian mulai serius melakoni pembuatan theme itu dengan membentuk komunitas di jejaring sosial. Dari komunitas inilah, Deddy akhirnya membentuk tim untuk menggarap theme-theme pesanan yang mulai mengalir. “Dari sana saya mulai serius (membentuk tim), itu pun baru Juni-Juli lalu. Sebelumnya saya buat sendiri,” ujar Deddy kepada iTempo, Rabu lalu. Kini, setidaknya, dua atau tiga theme dihasilkan tiap harinya. Untuk mengerjakan order yang diperoleh, Deddy cukup mengerjakannya dari rumah dan “kantor” virtualnya. Melalui surat elektronik, dia membagi pekerjaan dengan timnya, termasuk bagian pendapatan yang akan diterima. Untuk mengerjakan satu proyek, biasanya“dikeroyok” oleh banyak orang dari timnya. Deddy menyebut timnya ini sebagai “pasukan kalong” karena mereka mulai mengerjakan pesanan pada malam hari dan baru rampung pada dinihari. Pasukan kalong yang dipimpin Deddy ini berasal dari beragam profesi. Dari dokter, mahasiswa, sampai karyawan swasta. “Karena mereka mengerjakan ini berdasarkan hobi,” kata Deddy, yang dijuluki “DadBerry” atau “Bapak Berry”. Theme-theme ciptaannya cukup beragam. Seperti salah satu theme terbaru buatannya, yang dipasang di wall akun Facebook-nya tiga hari lalu, adalah theme untuk menyambut Natal. Deddy memang sering membuat theme berdasarkan kejadian atau isu aktual. Contohnya belum lama ini, ia membuat theme tentang Komodo— habitat hewan langka—saat Pulau Komodo masuk nominasi keajaiban dunia. Ia juga pernah membuat theme tari Pendet, ketika Malaysia mengklaim tari asal Bali itu, atau tentang Padang ketika gempa berkekuatan 7,6 skala Richter mengguncang wilayah tersebut. Bahkan, di tengah kisruh Kepolisian RI dan KPK, ia sempat membuat theme tentang “cicak dan buaya”. Namun, theme ini urung diteruskannya. “Saya tidak mau terlalu ke arah politik, cukup yang fun dan ringan saja,” ujarnya. Beberapa theme buatan timnya yang populer dan cukup diminati adalah theme- theme bernuansa otomotif, juga komputer dengan “aroma” Mac, Windows, atau iPhone. Untuk pasar lokal, Deddy dan komunitasnya biasanya membuat theme yang ringan, namun bisa membuat tampilan BlackBerry menjadi jauh lebih menarik. Apalagi, katanya, pengguna BlackBerry di Indonesia kebanyakan untuk gaya hidup semata. Setelah dalam negeri, Deddy dan timnya mulai mengembangkan sayap bisnis ke pasar luar negeri. Kini pundipundi dolar pun mulai mengalir dari hasil penjualan content ke suatu agregator atau semacam “agen” yang mendistribusikan theme buatannya ke portal BlackBerry. Dari portal itulah, theme-theme buatannya bisa diunduh oleh setiap pengguna BlackBerry, dengan membayar US$ 7 per theme-nya. Kendati dari segi jumlah tidak tergolong besar, “Tapi karena rutin, ya, lumayan,” katanya. Awal Desember nanti, Deddy berencana meluncurkan aplikasi BlackBerry yang akan dijual retail ke luar negeri. Aplikasi itu bisa diunduh dengan biaya murah selama setahun. “Nantinya orang bayar setahun, lalu all you can download it,” ujar Deddy. Sedangkan di dalam negeri, ia masih akan mencobanya lebih dulu dalam sebulan, dengan harga Rp 100 ribu per tahunnya. Deddy mengaku tak punya pendidikan khusus yang berhubungan dengan bisnis yang digelutinya itu. Lulus kuliah dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, ia malah bekerja di bagian desain. Lalu ia menclok di dunia multimedia, hingga akhirnya terjun ke bidang mobile. Ketika BlackBerry hadir di Indonesia pada 2004, ia langsung tertarik memakainya. “Saya coba ngoprek dan pertama kali membuat milis BlackBerry.” Inilah yang akhirnya mengantar Deddy menjadi si “Bapak Berry”.
𐁌 DIAN YULIASTUTI


%d bloggers like this: